1994 UMPTN Sastra Cina dan Sastra Belanda,semuanya di UI hasilnya sukses gagal.

1994 daftar D3 Sastra Cina dan Sastra Perancis,semuanya juga di UI,berharap lolos D3 Sastra Perancis UI,malah sukses diterima di Sastra Cina UI.Sementara itu..

1994 daftar Institut Kesenian Jakarta jurusan Etnomusikologi tapi sudah keburu lolos D3 Sastra Cina UI.

1995 Iseng-iseng daftar UMPTN lagi,kali ini kembali memilih Sastra Cina UI dan Sastra Sunda UnPad-Bandung..horeee aku lolos tapi..setelah lihat kodenya kok lolos di Sastra Sunda UnPad-Bandung.Investigasi ringan tentu saja aku lolos karena daya tampung Sastra Sunda UnPad-Bandung berjumlah 15 sementara yang daftar hanya 10 orang,tentu saja aku lolos.Memang tahun-tahun era 90-an jurusan Sastra Daerah sangat minim peminatnya.

Akhirnya..

1997 lulus dari D3 Sastra Cina UI.

Sementara kuliah Sastra Cina,aku barengi dengan kursus bahasa Rusia di Pusat Kebudayaan Rusia.

Selesai Sastra Cina,dengan tekad menempuh pendidikan S1 di luar negeri,aku iseng-iseng daftar program Beasiswa Rusia yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta.

Hasilnya..

1998 lolos program Beasiswa Rusia untuk S1 Asian Studies di Moscow State University (MGU).MGU adalah universitas negeri sekelas UI dan bagiku akan bangga sekali apabila bisa kuliah disana.

Tetapi..

Akibat iseng-iseng tanpa pemberitahuan orang tua,hasil kelulusan beasiswa itu aku beritahukan ke ayahku yang sekarang telah almarhum.TIDAK ! Kata ayahku.KAMU TIDAK BOLEH SEKOLAH DI RUSIA ! AYAH TIDAK MAU APABILA HUBUNGAN INDONESIA DAN RUSIA MEMBURUK,KAMU TIDAK BISA PULANG KE INDONESIA.

Ternyata ayahku terkena imbas kenangan masa lalu tahun 1965.

Aku pasrah..

Impianku untuk membahagiakan orang tuaku untuk kuliah S1 di luar negeri tanpa membebani mereka sirna sudah.

1998 aku mendaftar FISIP UI jurusan Ilmu Politik.

Sembari kuliah S1,aku kursus bahasa Belanda di Erasmus Taalcentrum.

2001 aku lolos beasiswa Summer Course Dutch Language and Culture di Zeist-Utrecht.Program ini adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh Nederlandse Taalunie.Mereka melalui Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta,merekrut siswa-siswa terbaik dalam berbahasa Belanda.Program ini diikuti oleh jurusan Sastra Belanda UI,Semarang,Makassar dan Erasmus Taalcentrum.

Sekali lagi aku bangga dengan prestasiku itu.

2003 aku lulus dari program S1 Ilmu Politik UI.

Dan Perjalanan Pencarian Beasiswa Yang Sesungguhnya Berlangsung.

Pencarian Beasiswa untuk program S2 tentu tidak mudah.

Gagal dan gagal lagi.

2003 aku akhirnya mendaftar di program S2 Kajian Wilayah Eropa UI.

2006 aku lulus S2.

Mulai Kembali Menyusuri Pencarian Beasiswa.

Tetapi..

Kali ini Mencari Beasiswa S3.

Tentu semakin sulit.

Tetapi..

Tekad sudah bulat – TIDAK AKAN KULIAH S3 TANPA BEASISWA.

Daftar beasiswa Erasmus Mundus – GAGAL

Daftar beasiswa DAAD Jerman – GAGAL

Daftar beasiswa BGF Perancis – GAGAL

Daftar beasiswa Chevening Inggris – GAGAL

Daftar beasiswa di Univ.Nottingham – LOLOS tetapi hanya dapat beasiswa partial yang setelah dikalkulasi justru tidak menguntungkan.

Daftar beasiswa ke Universitas Oslo – GAGAL

Daftar beasiswa ADS Australia – GAGAL

Daftar beasiswa di Universitas Camerino Italia – GAGAL

Daftar beasiswa di Universitas Milan – GAGAL

Daftar beasiswa di Universitas Leiden – GAGAL

Bayangkan..

Sudah berapa juta yang harus aku habiskan hanya untuk legalisir,menerjemahkan dokumen,sampai mengirimkan dokumen melalui kurir internasional.

Sampai akhirnya..

2009 aku mencoba iseng-iseng mendaftar kembali program Beasiswa BGF Perancis.Kali ini aku mendaftar untuk S3 bidang Sosiologi,dahulu bidang Ilmu Politik.

Daftar tanpa niat,memasukkan semua dokumen 2 hari sebelum penutupan,tanpa surat penerimaan dari Universitas di Perancis,padahal syarat utamanya apabila ada surat penerimaan atau paling tidak surat kontak dengan salah satu profesor di Perancis,maka aplikasiku akan diutamakan.

Akhirnya..

Tanpa berpikir apa-apa..

2 Juni 2009,tepat dihari Ulang Tahunku,ada sebuah email dari Kedutaan Besar Perancis bahwa aku lolos uji administrasi dan berhak masuk uji interview atau uji terakhir.

11 Juni 2009 aku datang untuk uji interview.

Tanpa persiapan..duduk manis di depan kantor mereka untuk sekedar menyantap makan sore,semangkuk mie ayam dan sebotol teh botol Sosro.

15.00 wib ujian mulai.

“Please tell us about your project”,ujar sang penguji.

Tanpa basa basi,kuceritakan proyek S3 ku dengan agak tersendat.

Pikiranku akan GAGAL.

2 minggu setelah itu..

“hei liat website kedutaan deh”,sms salah satu teman sesama ujian interview.

Masya Allah..

Alhamdulillah..

Aku sujud syukur..

Aku LOLOS BEASISWA S3 SOSIOLOGI DI PERANCIS.

Tetapi..

Aku baru bisa berangkat september tahun 2010 karena masih harus mengurus semua dokumen tambahan selama 1 tahun dan tentunya aku harus mempelajari bahasa Perancisku dulu yang sudah lama tidak aku gunakan.

Alhamdulillah..

Terima kasih Tuhan,Kau segarkan bathinku setelah pencarian beasiswaku yang menghabiskan segala tenaga dan materi selama bertahun-tahun.

Aku akan segera berangkat untuk mengejar cita-citaku,meraih Ph.D di Perancis.

Tetapi..

Sayang ayah meninggal dunia tahun 2007,ibu tahun 1995 dan adik perempuanku tahun 2000.

Belum sempat mereka melihatku bahagia dan belum sempat aku membahagiakan mereka.

Tetapi sudahlah..

Beasiswa S3 ku itu khusus kupersembahkan untuk mereka,

Untuk adik laki-lakiku,istrinya dan buah hati mereka,

Juga buat semua temanku,sahabatku yang telah ada dalam hidupku.

Amin..